Putussibau, kota hulu yang kian berkembang

Putussibau, kota hulu yang kian berkembang

“Putussibau, kota hulu yang kian berkembang”, itulah yang dapat saya katakan setelah mengamati perkembangan kota hulu ini 6 tahun terakhir. Intensitas kendaraan yang kian memadat, tidak hanya jumlah lalu lalang kendaraan roda dua, jalan 2 jalur utama kota Putussibau ini juga dipadati kendaraan beroda empat.

Selain itu, dapat dilihat disamping jalan, bertaburan warung kopi / cafe yang mulai dikerumuni para pemuda selepas sholat maghrib, lalu lalang kendaraan pun pada jam 10 malam masih terlihat normal, sangat berbeda dibandingkan dengan putussibau 5 atau 6 tahun yang lalu.

Dulu, pusat keramaian hanya ada pada tempat-tempat tertentu, lalu lintas kendaraan pun sangat ‘renggang’, biasanya kalo sudah jam 8 malam, jalan-jalan sudah terlihat ‘hening’, hanya dilewati beberapa kendaraan saja biasanya.

Memang tidak tepat jika dikatakan 2 hal ini menjadi standart kemajuan suatu kota. Namun jika jadi alat ukur berkembangnya suatu kota, mungkin bisa masuk dalam beberapa kategori tertentu. Umumnya kemajuan suatu kota dilihat dari ‘modernisasi’ berbagai bidang, yang paling menonjol adalah ada tidaknya pusat perbelanjaan seperti mega mall, tempat hiburan malam, mulai dari tempat karaoke, bar, klub malam, dan diskotik.

Saya pribadi tentu tidak menginginkan munculnya tempat ‘hiburan’ malam seperti ini, demi menjaga slogan yang saya sematkan pada kota ini yaitu ‘kota yang tepat untuk menikmati masa senja usia’. Semua orang akan mengatakan demikian jika melihat kondisi alam, terutama udara kota ini yang masih terjaga, walaupun tak tau kedepannya seperti apa.

Terlepas dari itu, kota ini kian hari mengalami perkembangan yang cukup baik, terutama dari segi perkenomian. Perputaran uang yang lancar tentunya akan menarik perhatian berbagai macam elemen, mulai dari para pencari kerja, investor, dan lain-lain. Pelebaran dan perbaikan jalan sepanjang kabupaten Kapuashulu juga semakin baik, hanya saja ada sebagian jalan yang masih sedikit sempit untuk dilewati kendaraan beroda enam.

Potensi-potensi wisata alam yang ditemukan oleh para ‘petualang hulu’ pun menjadi daya tarik tersendiri. Konon masih cukup banyak tempat yang masih ‘terisolasi’ keberadaannya.

Akhir kata dari saya, jangan ragu untuk mampir kekota hulu, ‘boh, kandau kituk menyadik’ 🙂


Web Developer, Designer, Bekammer, Teknisi Laptop, and many more :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *